Rasa rindu yang mulai agresif
sanggup melemahkan berbagai jenis perasaan yang biasanya tak kalah agresifnya
di pagi hari. Rasa mulas di pagi hari, rasa lapar, dan rasa kantuk, rasa-rasanya
cuma rumput-rumput liar yang biasanya tak kupedulikan.
Aku sudah seperti di gorong-gorong selokan. Gelap.
Pengap. Bersandar di lengkungan gorong-gorong, berpura-pura menikmati dan
membayangkan ini seperti rumah.
Anyir. Penuh sampah. Cacing, bakteri,
plankton, dan jenis makhluk hidup lain
yang merasa bahwa ini rumahnya menari-nari mengisyaratkan bahwa ini surga.
Celaka!
Ritme ini membingungkan dan membuatku
kepalang jalan di tempat.
Celaka! Rasa rinduku bukan lagi kentut
yang keluar nakal lalu menghilang terserap udara. Bukan juga pengandaian
tentang gelap dan baunya gorong-gorong.
Rasa rinduku adalah pertanda.
Pertanda bahwa aku harus memedulikan rumput liar. Aku rindu rumah.
Jakarta, 01 Juni 2015
- 20.35
- 1 Comments