Aku Hanya Ingin Manja dengan Suasana, Kok


Hari ini adalah hari yang paling menakutkan. Menangis pun hanya sampai di tenggorokan. Kaki seperti hanya berfungsi satu. Kedua tangan pun hanya bisa menengadah minta ampun. Jika biasanya rasa sakit hanya sampai permukaan kulit. Ini lain, tembus ke dalam kulit melewati tulang dan serba-serbi syaraf lainnya. Mungkin hari ini mukaku tampak seperti timbunan karung beras di gudang, berton-ton beratnya sampai untuk tersenyum pun rasanya malas sekali. Sekilas aku ingat bapak ibu, coba mereka ada disampingku. Menemaniku, merangkulku, bahkan menciumiku walaupun ibarat sekujur tubuhku sudah dibaluti amis darah. Tapi ya sudahlah, apa sih yang musti disesali. Hidup memang kadang begini, sebentar-sebentar manis, sebentar-sebentar pahit. Yakin sajalah, akan ada kejutan indah setelah ini.

Mungkin karena kemarin siang aku membual muak dengan persoalan cinta. Jadinya hari ini akhirnya pun aku di sodori bualan yang jauh lebih memuakan dari persoalan cinta. Betapa tidak? Sakitnya melebihi kisah Romeo dan Juliet. Bahkan kalau jatuh cinta melayangnya hanya sampai langit ke tujuh. Ini jauh lebih jauh dari langit ke tujuh. Melayang-layang diantara pintu kehidupan dan kematian sungguh sangat tidak lucu, sama sekali tidak menyenangkan. Meski ibarat kau optimis manis dengan pintu kehidupan, tapi sungguh tidak ada manusia di dunia ini yang suka perasaannya di gantung, jujur saja.. kau diperintah untuk melayang-layang diantara pintu kehidupan dan pintu kematian kan sama saja dengan kala perasaanmu digantung oleh kekasihmu. Pikirkan saja, apakah sama sakitnya? Anak kecil pun tahu, tentu tidak.

Kau tau, hari ini otakku dibayangi oleh jarum suntik dan kata-kata mengejutkan yang membuatku merasa ditusuk-tusuk otak kanan-kirinya? Diperiksa, melihat reaksi dokter, melaksanakan perintah dokter dan menunggu hasil pemeriksaan membuatku mabuk. Terpuruk dan kalang kabut. Berkata kuat atau tidak, tentu tidak. Tapi sekali lagi, menangis pun hanya sampai di tenggorokan. Kembali aku bernostalgia tentang masa sehat yang terasa amat hebat yang pernah ada di catatan hidupku kemarin. Kemarin. Entah kemarin yang mana yang aku maksud. Yang jelas kemarin. Kemarin sebelum aku merasakan sakit. Iya.. mungkin kemarin itu yang aku maksud. Sejak aku mulai merasakan salah satu kabel di jaringan tubuhku putus, jujur.. aku merasa sudah seperempat hilang dari dunia gila ini. Walaupun sempat suka dengan perasaan ini, tapi seperti biasa. Boleh kan orang menghilang lalu merindu? Tidak ada yang melarang kan? Hujan saja bebas mengalir kapan pun dan menghilang kapan pun. Tidak ada bedanya kan dengan aku? Aku juga berhak untuk bertindak seperti itu. Bahkan pikirku, justru aku lebih berhak malah. Maaf aku menggerutu tidak jelas dan tidak berarah, aku hanya ingin manja dengan suasana kok. Sekali lagi, boleh kan?

Lihatlah, hujan sedang mengguyur kota hari ini dan hanya mengguyur kota. Ia tidak mengguyur perasaan getir yang membalut sekujur tubuhku. Di kursi sudut ruang operasi, aku menikmati hujan yang bermain di sepanjang sisi kaca jendela. Badanku sakit. Terasa bengkak di salah satu bagian. Sekali lagi hanya sampai tenggorokan, aku tidak bisa mengekspresikan air mata melewati mata. Hanya sampai tenggorokan. Walaupun hanya sampai di tenggorokan, aku harap kau datang dan tidak membiarkanku kesakitan terus-terusan memaksa air mata untuk jangan lewat melewati tenggorokan, aku harap kau bisa membujuknya untuk melewati jalan yang benar. Katakan padanya, mata adalah tempat baginya. Tempat dimana ia akan merasa aman ketika membeku dan mencair. Kekasihku, aku hanya ingin manja dengan suasana kok. Boleh kan?

Ah! aku geram sekali denganmu!!

Bagiku kau terlalu menusuk mata ketika kemarau,

Kau berbeda sekali dengan biasanya akhir-akhir ini,

Apa kau sudah kekurangan air?

Apa kau merasa kalau aku sudah tak bisa menghidupimu lagi?

Seluruh tubuhmu sudah merasakan kering yang sangat sinting kah?

Sahabat, aku mencoba untuk menghidupimu setiap hari.

Aku selalu berusaha untuk tetap menjadi teman bersiulmu kala angin sore merontokkan daunmu satu per satu.

Coba ingat, kala semi datang.

Kau begitu hijau.

Centil sekali kau terlihat berlenggak lenggok menikmati angin.

Dan aku suka. kau dengar sahabat, aku suka.

Kau hampir setiap hari mengajakku bersiul.

Sampai kau pun menertawaiku geli karena melihat bibirku menebal gara-gara menemanimu bersiul setiap hari.

Ingat, sahabat?

Ah! aku benci ternyata kau tak ingat!

Aku geram sekali denganmu.

Ingin sekali tega denganmu dan membiarkanmu mati kekeringan.

Aku benci kepadamu kalau kau terus-terusan tidak ingat begini.

Tapi sudahlah, aku tahu kau memang seperti itu.

Suka sekali meledekku, iya kan?

Sampai pada akhirnya,

Aku kelelahan membuatmu ingat.

Aku mencari pelabuhan bersandar sejenak, ya.. melepas penat pikirku.

Sahabat bagiku bukanlah dedaunan hijau yang terlihat segar ketika di sentuh air.

Karena ketika kemarau ku datangkan, mereka berubah menguning bahkan cokelat hingga akhirnya berguguran.

Aku bisa saja menjadi semi dan kemarau kapan pun aku mau,

Hanya saja yang aku tanyakan "apakah kamu mau tetap menghijau ketika semi atau kemarau?"..

Datanglah kemari ketika semi dan menjauhlah sejauh-jauhnya ketika kemarau, itu akan membuatmu am

Hingga kalimat itu terlontar,

Ternyata kau masih tidak mau ingat juga.

Ah! aku geram sekali denganmu!!

GALAU= WHAT THE (TANPA) FUCK

Mimpi apa saya nih kalo tiba2 ada pangeran sayang ( lagi ) sama saya terus indah di awal dan di akhirnya, ga kayak beberapa dekade ini,, surem terus dah relationship saya, nyampe pengen banget tuh kata relationship diganti relationshit sama saya.. hahaha maklumin aja namanya juga lagi patah, ya di patah2in deh semuanya.. nyampe ngumpat pun kagak pernah abis2nya.. nyampe duit pun ludes buat ngobatin ni galau. Masih mending kalo pusing tinggal beli obat di apotek or warung terdekat bisa sembuh. Nah kalo galau? dari nongkrong, karaokean, shopping, nyalon, nyampe makan gila-gilaan cuma buat sekedar ngalihin si galau aja musti ngluarin duit sampe berbusa-busa haha masih mending kalo sembuh, nah kalo belum.. siap-siap deh nguras Atm nyampe bersih..
Galau sepengetahuan saya dan sepengalaman saya rasanya sumpah ga enak, ga asik banget. Bayangin aja dari bangun pagi nyampe mau merem lagi nih harus ngrasain suatu perasaan yang sama. Kosong, takut, kecewa, gelisah, dan sejenisnya deh. Udah gitu pikiran negative kagak pernah mau pergi-pergi lagi. Udah deh, cara satu-satunya mewek.
Oke, saya galau. Yes, I’m! relationship di bayangan saya nih indah. Indah dari mananya mah ga tau. Hehe yang penting indah dah kayak di film-film, romantis kayak cerita Romeo And Juliet, abadi kayak Adam dan Hawa ( ciee ). Wah pasti keren dan manis banget tuh kalo pacaran bisa lama, perasaan saling nyaman dan tenang. Ada masalah di selesein bareng dan baik-baik. Tanpa harus otot muncrat di sana-sini. Tanpa harus salah satu diantaranya ngomong; ngumpat-ngumpat di belakang dan pendem perasaan yang sebenarnya di hati. Komunikatif dan terbuka secara psikologis, kagak ada pemaksaan. Wah saya suka dan tentunya pasti pemirsa juga suka kan? ( hehe ). Bagi saya nih, kalo lagi galau enaknya di kamar sendirian or jalan ke suatu acara/ tempat sendirian. Kagak enak deh misal lagi galau kita main capcus sama temen-temen kayak biasanya. Biasanya dalam situasi galau yang mencekam, orang-orang disekitar kita ngomong kayak gini “ ih lebay deh, ga segitunya kali. Masalah cinta aja di bikin repot. Lebay, gitu aja mukanya murung udah kayak aspal rusak tuh, manyun tiada akhir. “ atau ga kayak gini “ Itu orang bego. Cowok kayak gitu aja di tangisin. Udah tinggalin aja, cari aja yang lain. Cowok mah ga cuma satu “. Wah manusia tuh emang kadang-kadang merasa sopan tapi aslinya ga sopan. Hobi banget dah ngata-ngatain plus nyalah-nyalahin orang. Orang curhat a.k.a berbagi beban gitu malah disalah-salahin. Kalo boleh acungin tangan nih, saya mau ngomong. “ emang situ tau perasaan saya? Situ tau banget apa sama apa yang saya rasain? Kalo iya, ya udah deh saya minta tolong. Jadi diri saya dong, saya pengen jadi yang lain aja deh. Biar rejeki galaunya ga kebanyakan. “ haha ketus mampus ga tuh kata-kata tadi. Bukannya mau nyumpahin, tapi awas aja deh kalo mereka yang notabene hobi banget kayak gitu galau. Kalo disuruh icip-icip perasaannya.. ogah deh, ogah. Saya aja udah ga karuan rasanya nih. Asin, pahit, manis, pedes udah ga jelas mana batasnya.
Gini deh, di tulisan kali ini saya ga lagi nyalah-nyalahin orang atau ngebener-benerin orang. Saya cuma pengen bersuara kalo orang galau nih butuh dorongan, butuh kasih sayang. Ga butuh namanya suatu tekanan baik yang berupa penyalahan, celaaan dan dalil yang ga pernah situ alamin. Kata-kata yang benar adalah kata-kata yang berasal dari pengalaman sendiri bukan dari mimpi waktu situ bangun tidur. Oh iya, berkaca dulu sebelum berasumsi. Lihat beberapa sudut, ketika kamu berkata seperti itu kepada mereka tinjau dulu kebenaranya, perasaannya, dan pribadinya. Thankyou  *orangkartun

SOSOK LELAKIKU MUSIM LALU

SOSOK LELAKIKU MUSIM LALU

DIA MELETAKAN KUASNYA SEJENAK, LALU MENATAPKU

DIA DIAM, LALU MENGGORESKAN KEMBALI KUASNYA

AKU MELIHAT SEMBURAT KECEWA DI MATANYA

AKU MENDEKAT, DIA TERSENYUM

AKU MERASA SENYUMNYA TERLALU INDAH

TERLALU JAUH UNTUK AKU BALAS

BOLA MATAKU MENGIKUTI, IKUT MENARI DENGAN TANGANNYA YANG GAGAH

DIA MELETAKAN KUASNYA,

BERDIRI DAN MENGAJAKKU UNTUK MELIHAT PEMANDANGAN DI LUAR JENDELA

IA BERKATA,

“ JIKA SUATU SAAT AKU PERGI, ITU LAH SAATNYA KAU HARUS MELIHAT KE LUAR JENDELA. KAU TAK BISA SETIAP HARI MELIHATKU MELUKIS DAN MENGIKUTIKU MENARI DENGAN KUASKU. AKU PUNYA WAKTU TERBATAS DAN TEMPAT YANG JAUH UNTUK BISA SAMPAI KE RUMAHMU DENGAN CEPAT. AKU JUGA PUNYA KEBIASAAN YANG TERLALU BERBEDA DENGANMU. KITA BERBEDA DAN AKU TIDAK BAIK “

Orang Kartun, 27 Agustus 2011

Bangkit Dari Kesedihan, Why Not?!

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.
1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
2. Tersenyum
Tersenyum bisa ‘mengakali’ otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
4. Hadiahi diri Anda sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.
5. Bersihkan sekeliling Anda
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan ‘menikam’ apa yang seharusnya Anda peroleh.
7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang ‘terasa’ tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru.Cool

Agenda Kering

Pikirkan satu pohon kering yang sangat kering di musim kemarau. Ia begitu kering. Warna coklat yang membalutnya sudah tak terlihat manis. Daun hijaunya hilang, terbang atau jatuh entah kemana. Di padang yang dulu hijau, ia sendiri.. tak ada teman. Satu per satu batangnya pun patah diterpa angin yang marah, terlalu girang bahkan terlalu sedih mungkin. Detik yang ia lewati awalnya biasa saja. Lalu menit yang ia lewati juga masih sedikit biasa dan kemudian jam ia lewati, luar biasa. Akhirnya hari, minggu, bulan, tahun, ia nikmati dengan sungguh tidak biasa. Ia inginkan setetes penyegar, walau setetes. Ia benar-benar hanya menginginkan itu. Sakit dan ngilu ia rasakan, diantara pilihan untuk tetap hidup atau mati saja. Setelah dipikir –pikir, memilih mati terasa cengeng dan menyedihkan sekali. Terasa kecut dan pengecut. Andai bisa memilih hidup. Tapi bagaimana bisa. Nafasnya saja tidak genap satu. Darahnya saja tak kental. Apalagi liurnya, keluar pun tidak.

Percaya ga percaya, setiap orang di muka bumi ini pasti pernah ngrasain yang namanya masalah. Cuma tergantung kitanya yang ngadepin masalah itu kayak gimana. Ada orang yang diem, tegas, keras, berlebihan, masa bodoh, dan bla bla. Semuanya tergantung sama kepribadian masing-masing orang.

Guys, gua ngibaratin Pohon = Kita. Musim kemarau = Masalah. Daun hijaunya yang hilang, terbang atau jatuh entah kemana = Diri kita yang terombang ambing, tertekan, stress karena masalah. Penyegar = Solusi masalah.

Oke, secara gamblangnya aja. Ketika kita lagi dapet masalah nih, pasti kita akan ngrasa sendiri, ga ada orang yang bisa dan mau ngertiin kita. Kita merasa tertekan ditekan, kita hilang arah, ga tahu harus nyelesein masalahnya dari mana. Sampai pada akhirnya ada orang yang diem seakan acuh tak acuh dan beranggapan masalah akan selesai dan akan indah pada waktunya ( padahal ga tahu mau indahnya kapan ), ada orang yang keras yang langsung plak plak plak dan berfikiran kalo masalah akan cepet selesai kalo lewat kekerasan tanpa berfikir kerugian-kerugian yang sebenarnya banyak didapat dari sikapnya itu yang justru akan memperkeruh masalah. Selain dari kedua tipe itu, ada orang yang berlebihan dalam memandang suatu permasalahan. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngadu cerita ke sana-sini. Aww.. biasanya cewek nih yang kayak gini hehe. Tanpa disadari, semua itu justru akan memperparah keadaan. Kita ga perlu lah sok sokan berlagak cuek, sok jagoan main kekerasan, dan lebay dalam memandang masalah. Ketika masalah menerpa, yakin aja kalo semaunya akan baik-baik aja. Masalah yang sedang lu hadepin itu adalah sesuatu yang akan memperkuat diri lu nantinya, dan yang paling musti diinget, kita itu harus nyari ” penyegar ” alias SOLUSI biar kita ga jadi ” pohon kering ” alias KORBAN MASALAH. Bukan dengan cara lu ng-drink, ngrokok ( bagi yang cewek ), ng-drugs, jual diri bahkan bunuh diri. Ahh.. ga banget lu kalo kayak gitu, mending kaga usah lahir aja deh. Baru dikasih masalah secuil aja udah nyerah, haha jangan gitu dong! :D. Inget kata enyak, babeh, dan ustadz-ustadz yang pernah lu liat, kalo Tuhan itu ga lebay kaya lu ( hehe.. ) Dia ga akan kasih lu cobaan yang lebay lah, percaya aja.

Pesen gua sih, kalo lu lagi dapet masalah. Lu mending koreksi diri sendiri dulu deh. Dilihat tuh, apa yang salah sama diri lu kok bisa muncul permasalahan kayak gitu. Kalo emang lu ga ngrasa ada yang salah, baru lu tengok keluar mungkin mereka yang salah. Setelah itu, selesein masalahnya step by step. Jangan mentang-mentang pengen cepet selesai, masalah lu selesein rombongan. Unsur-unsur dari setiap masalah kan beda-beda hehe.. jangan terlalu menuntut orang lain harus seperti yang ada dipikiran lu. Karena belum tentu orang pasti mau seperti apa yang ada dipikiran lu, kalo ga percaya berkaca aja sama diri lu. Mau ga diatur sesuai keinginan orang lain, diminta ini itu, diharusin kayak gini kayak gitu. No. No. No.. yang terpenting, jangan lupain lu punya siapa. Tuhan tuh ada, dan serahin semuanya ke Dia. Dia bakal kasih lu yang terbaik. Dia ga memandang lu itu ganteng/ cantik apa ga, yang Dia lihat tuh lu tulus ga sama Dia. hehe

Jadiin masalah yang bikin lu ngumpat itu, batu pijakan lu jadi dewasa dan orang yang lebih kuat dari kemarin. Lu itu tercipta dari kekuatan hebat. So otomatis lu pasti hebat juga. Lu unik, dan ga ada yang bisa seperti lu. Ga ada yang bisa ngrasain apa yang terjadi sama diri lu kecuali diri lu sendiri. Orang lain cuma bisa denger, lihat, dan tau aja.. tapi buat ngrasain itu mustahil. Oke… :)