Albert Camus


" Tamatlah dunia ini,
Jangan bicara omong kosong!
Andai dunia sekarat...
Dunia, boleh jadi; Spanyol tidak.
Bahkan Spanyol bisa mati!
Berlututlah dan mohon rahmat Tuhan!
Ini komet untuk orang jahat.. "

Sebuah prolog favorit saya di salah satu karya seorang intelektual Prancis Albert Camus.
Albert Camus lahir pada tahun 1913 sebagai seorang anak Prancis-Aljazair. Keluarganya berasal dari kelas pekerja Aljazair. Dia pertama kali dikenal di Prancis pada akhir Perang Dunia II saat bekerja di surat kabar perlawanan Combat. Pada tahun-tahun selama perang dia segera memantapkan diri bersama dengan teman sezamannya Jean Paul Sartre dan kekasihnya Simone de Beavoir sebagai seorang pelopor generasi baru pengarang, filsuf, dan kritikus Prancis. Perhatian utama mereka pada saat itu adalah perjuangan untuk kebebasan, keadilan dan martabat manusia dalam tahun-tahun kekuasaan para tiran yang bercokol terus-menerus dan saling berselisih yang dapat diperangi semata-mata dalam keadaan ambiguitas total.

Camus mengungkapkan kreativitasnya melalui dua genre sastra utama yaitu prosa dan lakon drama, dan juga melalui esai-esai filsafat dan jurnalisme. Reputasi Camus melejit dengan cepat, sementara ia masih begitu muda , dalam masa lima tahun setelah Perang Dunia II. Empat drama orisinal dan dua esai besar filsafatnya membawa dia ke dalam limpahan material dan ketenaran. La Chute adalah karya Camus yang terbaik. Di situlah tergambarkan kepribadiannya yang terdalam, paling tragis, dan sekaligus paling komikal.

Terserah Apa Kata Desember #1

Kali ini aku benar-benar merasakan "beda"
Saat menjemput dan melepas bayangnya
Ini sebuah dosa ataukah anugerah
Karena aku berdiri diantara pijakan yanng berbeda

Seperti yang pernah terjadi padaku dulu,
Rasa itu mengalir deras melewati jendela makroskopis
Hingga kering seluruh imaji akan bayang kehidupan lain

Sebenarnya,
Aku bosan akan jejak ini
Hingga sempat aku memaksa semesta untuk berikrar pada kesunyian fana
Tentang aku, dia, dirinya, bahkan engkau.

Aku Hanya Ingin Manja dengan Suasana, Kok


Hari ini adalah hari yang paling menakutkan. Menangis pun hanya sampai di tenggorokan. Kaki seperti hanya berfungsi satu. Kedua tangan pun hanya bisa menengadah minta ampun. Jika biasanya rasa sakit hanya sampai permukaan kulit. Ini lain, tembus ke dalam kulit melewati tulang dan serba-serbi syaraf lainnya. Mungkin hari ini mukaku tampak seperti timbunan karung beras di gudang, berton-ton beratnya sampai untuk tersenyum pun rasanya malas sekali. Sekilas aku ingat bapak ibu, coba mereka ada disampingku. Menemaniku, merangkulku, bahkan menciumiku walaupun ibarat sekujur tubuhku sudah dibaluti amis darah. Tapi ya sudahlah, apa sih yang musti disesali. Hidup memang kadang begini, sebentar-sebentar manis, sebentar-sebentar pahit. Yakin sajalah, akan ada kejutan indah setelah ini.

Mungkin karena kemarin siang aku membual muak dengan persoalan cinta. Jadinya hari ini akhirnya pun aku di sodori bualan yang jauh lebih memuakan dari persoalan cinta. Betapa tidak? Sakitnya melebihi kisah Romeo dan Juliet. Bahkan kalau jatuh cinta melayangnya hanya sampai langit ke tujuh. Ini jauh lebih jauh dari langit ke tujuh. Melayang-layang diantara pintu kehidupan dan kematian sungguh sangat tidak lucu, sama sekali tidak menyenangkan. Meski ibarat kau optimis manis dengan pintu kehidupan, tapi sungguh tidak ada manusia di dunia ini yang suka perasaannya di gantung, jujur saja.. kau diperintah untuk melayang-layang diantara pintu kehidupan dan pintu kematian kan sama saja dengan kala perasaanmu digantung oleh kekasihmu. Pikirkan saja, apakah sama sakitnya? Anak kecil pun tahu, tentu tidak.

Kau tau, hari ini otakku dibayangi oleh jarum suntik dan kata-kata mengejutkan yang membuatku merasa ditusuk-tusuk otak kanan-kirinya? Diperiksa, melihat reaksi dokter, melaksanakan perintah dokter dan menunggu hasil pemeriksaan membuatku mabuk. Terpuruk dan kalang kabut. Berkata kuat atau tidak, tentu tidak. Tapi sekali lagi, menangis pun hanya sampai di tenggorokan. Kembali aku bernostalgia tentang masa sehat yang terasa amat hebat yang pernah ada di catatan hidupku kemarin. Kemarin. Entah kemarin yang mana yang aku maksud. Yang jelas kemarin. Kemarin sebelum aku merasakan sakit. Iya.. mungkin kemarin itu yang aku maksud. Sejak aku mulai merasakan salah satu kabel di jaringan tubuhku putus, jujur.. aku merasa sudah seperempat hilang dari dunia gila ini. Walaupun sempat suka dengan perasaan ini, tapi seperti biasa. Boleh kan orang menghilang lalu merindu? Tidak ada yang melarang kan? Hujan saja bebas mengalir kapan pun dan menghilang kapan pun. Tidak ada bedanya kan dengan aku? Aku juga berhak untuk bertindak seperti itu. Bahkan pikirku, justru aku lebih berhak malah. Maaf aku menggerutu tidak jelas dan tidak berarah, aku hanya ingin manja dengan suasana kok. Sekali lagi, boleh kan?

Lihatlah, hujan sedang mengguyur kota hari ini dan hanya mengguyur kota. Ia tidak mengguyur perasaan getir yang membalut sekujur tubuhku. Di kursi sudut ruang operasi, aku menikmati hujan yang bermain di sepanjang sisi kaca jendela. Badanku sakit. Terasa bengkak di salah satu bagian. Sekali lagi hanya sampai tenggorokan, aku tidak bisa mengekspresikan air mata melewati mata. Hanya sampai tenggorokan. Walaupun hanya sampai di tenggorokan, aku harap kau datang dan tidak membiarkanku kesakitan terus-terusan memaksa air mata untuk jangan lewat melewati tenggorokan, aku harap kau bisa membujuknya untuk melewati jalan yang benar. Katakan padanya, mata adalah tempat baginya. Tempat dimana ia akan merasa aman ketika membeku dan mencair. Kekasihku, aku hanya ingin manja dengan suasana kok. Boleh kan?

Ah! aku geram sekali denganmu!!

Bagiku kau terlalu menusuk mata ketika kemarau,

Kau berbeda sekali dengan biasanya akhir-akhir ini,

Apa kau sudah kekurangan air?

Apa kau merasa kalau aku sudah tak bisa menghidupimu lagi?

Seluruh tubuhmu sudah merasakan kering yang sangat sinting kah?

Sahabat, aku mencoba untuk menghidupimu setiap hari.

Aku selalu berusaha untuk tetap menjadi teman bersiulmu kala angin sore merontokkan daunmu satu per satu.

Coba ingat, kala semi datang.

Kau begitu hijau.

Centil sekali kau terlihat berlenggak lenggok menikmati angin.

Dan aku suka. kau dengar sahabat, aku suka.

Kau hampir setiap hari mengajakku bersiul.

Sampai kau pun menertawaiku geli karena melihat bibirku menebal gara-gara menemanimu bersiul setiap hari.

Ingat, sahabat?

Ah! aku benci ternyata kau tak ingat!

Aku geram sekali denganmu.

Ingin sekali tega denganmu dan membiarkanmu mati kekeringan.

Aku benci kepadamu kalau kau terus-terusan tidak ingat begini.

Tapi sudahlah, aku tahu kau memang seperti itu.

Suka sekali meledekku, iya kan?

Sampai pada akhirnya,

Aku kelelahan membuatmu ingat.

Aku mencari pelabuhan bersandar sejenak, ya.. melepas penat pikirku.

Sahabat bagiku bukanlah dedaunan hijau yang terlihat segar ketika di sentuh air.

Karena ketika kemarau ku datangkan, mereka berubah menguning bahkan cokelat hingga akhirnya berguguran.

Aku bisa saja menjadi semi dan kemarau kapan pun aku mau,

Hanya saja yang aku tanyakan "apakah kamu mau tetap menghijau ketika semi atau kemarau?"..

Datanglah kemari ketika semi dan menjauhlah sejauh-jauhnya ketika kemarau, itu akan membuatmu am

Hingga kalimat itu terlontar,

Ternyata kau masih tidak mau ingat juga.

Ah! aku geram sekali denganmu!!

GALAU= WHAT THE (TANPA) FUCK

Mimpi apa saya nih kalo tiba2 ada pangeran sayang ( lagi ) sama saya terus indah di awal dan di akhirnya, ga kayak beberapa dekade ini,, surem terus dah relationship saya, nyampe pengen banget tuh kata relationship diganti relationshit sama saya.. hahaha maklumin aja namanya juga lagi patah, ya di patah2in deh semuanya.. nyampe ngumpat pun kagak pernah abis2nya.. nyampe duit pun ludes buat ngobatin ni galau. Masih mending kalo pusing tinggal beli obat di apotek or warung terdekat bisa sembuh. Nah kalo galau? dari nongkrong, karaokean, shopping, nyalon, nyampe makan gila-gilaan cuma buat sekedar ngalihin si galau aja musti ngluarin duit sampe berbusa-busa haha masih mending kalo sembuh, nah kalo belum.. siap-siap deh nguras Atm nyampe bersih..
Galau sepengetahuan saya dan sepengalaman saya rasanya sumpah ga enak, ga asik banget. Bayangin aja dari bangun pagi nyampe mau merem lagi nih harus ngrasain suatu perasaan yang sama. Kosong, takut, kecewa, gelisah, dan sejenisnya deh. Udah gitu pikiran negative kagak pernah mau pergi-pergi lagi. Udah deh, cara satu-satunya mewek.
Oke, saya galau. Yes, I’m! relationship di bayangan saya nih indah. Indah dari mananya mah ga tau. Hehe yang penting indah dah kayak di film-film, romantis kayak cerita Romeo And Juliet, abadi kayak Adam dan Hawa ( ciee ). Wah pasti keren dan manis banget tuh kalo pacaran bisa lama, perasaan saling nyaman dan tenang. Ada masalah di selesein bareng dan baik-baik. Tanpa harus otot muncrat di sana-sini. Tanpa harus salah satu diantaranya ngomong; ngumpat-ngumpat di belakang dan pendem perasaan yang sebenarnya di hati. Komunikatif dan terbuka secara psikologis, kagak ada pemaksaan. Wah saya suka dan tentunya pasti pemirsa juga suka kan? ( hehe ). Bagi saya nih, kalo lagi galau enaknya di kamar sendirian or jalan ke suatu acara/ tempat sendirian. Kagak enak deh misal lagi galau kita main capcus sama temen-temen kayak biasanya. Biasanya dalam situasi galau yang mencekam, orang-orang disekitar kita ngomong kayak gini “ ih lebay deh, ga segitunya kali. Masalah cinta aja di bikin repot. Lebay, gitu aja mukanya murung udah kayak aspal rusak tuh, manyun tiada akhir. “ atau ga kayak gini “ Itu orang bego. Cowok kayak gitu aja di tangisin. Udah tinggalin aja, cari aja yang lain. Cowok mah ga cuma satu “. Wah manusia tuh emang kadang-kadang merasa sopan tapi aslinya ga sopan. Hobi banget dah ngata-ngatain plus nyalah-nyalahin orang. Orang curhat a.k.a berbagi beban gitu malah disalah-salahin. Kalo boleh acungin tangan nih, saya mau ngomong. “ emang situ tau perasaan saya? Situ tau banget apa sama apa yang saya rasain? Kalo iya, ya udah deh saya minta tolong. Jadi diri saya dong, saya pengen jadi yang lain aja deh. Biar rejeki galaunya ga kebanyakan. “ haha ketus mampus ga tuh kata-kata tadi. Bukannya mau nyumpahin, tapi awas aja deh kalo mereka yang notabene hobi banget kayak gitu galau. Kalo disuruh icip-icip perasaannya.. ogah deh, ogah. Saya aja udah ga karuan rasanya nih. Asin, pahit, manis, pedes udah ga jelas mana batasnya.
Gini deh, di tulisan kali ini saya ga lagi nyalah-nyalahin orang atau ngebener-benerin orang. Saya cuma pengen bersuara kalo orang galau nih butuh dorongan, butuh kasih sayang. Ga butuh namanya suatu tekanan baik yang berupa penyalahan, celaaan dan dalil yang ga pernah situ alamin. Kata-kata yang benar adalah kata-kata yang berasal dari pengalaman sendiri bukan dari mimpi waktu situ bangun tidur. Oh iya, berkaca dulu sebelum berasumsi. Lihat beberapa sudut, ketika kamu berkata seperti itu kepada mereka tinjau dulu kebenaranya, perasaannya, dan pribadinya. Thankyou  *orangkartun

SOSOK LELAKIKU MUSIM LALU

SOSOK LELAKIKU MUSIM LALU

DIA MELETAKAN KUASNYA SEJENAK, LALU MENATAPKU

DIA DIAM, LALU MENGGORESKAN KEMBALI KUASNYA

AKU MELIHAT SEMBURAT KECEWA DI MATANYA

AKU MENDEKAT, DIA TERSENYUM

AKU MERASA SENYUMNYA TERLALU INDAH

TERLALU JAUH UNTUK AKU BALAS

BOLA MATAKU MENGIKUTI, IKUT MENARI DENGAN TANGANNYA YANG GAGAH

DIA MELETAKAN KUASNYA,

BERDIRI DAN MENGAJAKKU UNTUK MELIHAT PEMANDANGAN DI LUAR JENDELA

IA BERKATA,

“ JIKA SUATU SAAT AKU PERGI, ITU LAH SAATNYA KAU HARUS MELIHAT KE LUAR JENDELA. KAU TAK BISA SETIAP HARI MELIHATKU MELUKIS DAN MENGIKUTIKU MENARI DENGAN KUASKU. AKU PUNYA WAKTU TERBATAS DAN TEMPAT YANG JAUH UNTUK BISA SAMPAI KE RUMAHMU DENGAN CEPAT. AKU JUGA PUNYA KEBIASAAN YANG TERLALU BERBEDA DENGANMU. KITA BERBEDA DAN AKU TIDAK BAIK “

Orang Kartun, 27 Agustus 2011

Bangkit Dari Kesedihan, Why Not?!

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.
1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
2. Tersenyum
Tersenyum bisa ‘mengakali’ otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
4. Hadiahi diri Anda sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.
5. Bersihkan sekeliling Anda
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan ‘menikam’ apa yang seharusnya Anda peroleh.
7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang ‘terasa’ tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru.Cool